
Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana perancang sistem memahami sistem organisasi yang kompleks seperti kota, rumah sakit, dan sekolah? Salah satu alat yang umum digunakan adalah peta sistem, yang menggambarkan semua hubungan dan interaksi antar pemangku kepentingan dalam suatu sistem.
“Peta sistem membantu Anda memperkecil dan memvisualisasikan gambaran yang lebih besar, lalu mengidentifikasi bagian mana yang ingin Anda perbesar—bagian mana yang ingin Anda tanyakan, bagian mana yang ingin Anda pelajari lebih lanjut, dan bagian mana yang ingin Anda bereksperimen,” ujar Deirdre Cerminaro, Direktur Senior IDEO dan instruktur Human-Centered Systems Thinking .
Deirdre mengatakan bahwa memetakan sistem dapat membantu Anda menemukan peluang untuk berkembang dan berubah . Misalnya, jika Anda memetakan pengalaman sekolah menengah negeri, Anda dapat mencantumkan pemangku kepentingan langsung seperti guru, kepala sekolah, dan pelatih. Namun, Anda juga dapat menambahkan pemangku kepentingan lain yang tidak terlalu terlihat, seperti influencer media sosial dan dewan sekolah setempat.
Setelah Anda menghubungkan berbagai pemangku kepentingan pada peta Anda, Anda mungkin mulai memikirkan bagaimana masing-masing pemangku kepentingan memengaruhi pengalaman siswa. Bagi Deirdre, itulah tujuan peta sistem: untuk menghasilkan lebih banyak pertanyaan yang ingin Anda eksplorasi.
Sekarang, cobalah membuat peta sistem Anda sendiri dengan sistem yang Anda ikuti:
Pemetaan sistem adalah alat efektif yang dapat Anda gunakan untuk memahami dan mendesain ulang sistem. Dengarkan episode podcast kami bersama Deirdre untuk mempelajari bagaimana Anda dapat berpikir dalam sistem untuk dampak yang lebih besar .
Referensi
Daftar Isi