<aside> 💡 Notion Tip: Telling employees about news about your company is important because it helps them stay informed about the direction of the company and their role in it.
</aside>
Orang-orang telah menggunakan cara bercerita selama berabad-abad untuk menghibur dan memengaruhi penonton dengan narasi yang menarik serta karakter dan tantangan yang relevan. Bercerita adalah alat yang efektif untuk membujuk orang lain agar mendukung ide Anda atau melakukan tindakan tertentu. Mempelajari aturan penyampaian cerita yang hebat dapat membantu Anda mencapai tujuan bisnis dan berhubungan dengan audiens secara unik
Dalam artikel ini, kami menjelaskan apa itu mendongeng, memberikan 10 aturan untuk membantu menceritakan sebuah kisah, dan menawarkan tip untuk meningkatkan keterampilan mendongeng Anda.
Bercerita adalah bentuk seni yang melibatkan berbagi cerita dengan cara yang kreatif dan menarik. Bercerita menghibur dan membujuk audiens, dan pembicara sering menggunakannya untuk mendorong tindakan atau mengajar pendengarnya. Stories adalah alat yang efektif untuk digunakan bisnis dalam kampanye pemasaran dan dapat membantu dalam branding atau penggalangan dana. Organisasi juga dapat menggunakan metode penyampaian cerita (storytelling) untuk menginformasikan tujuan mereka dan meningkatkan kesadaran akan tujuan yang mereka dukung.
Berikut 10 aturan yang dapat Anda ikuti untuk menerapkan penyampaian cerita yang hebat:
Penting bagi sebuah cerita untuk memiliki awal, tengah, dan akhir. Hal ini membuatnya mudah untuk diikuti dan dipahami, karena sebagian besar cerita di dunia bisnis mengikuti struktur kronologis.. Salah satu elemen terpenting dari cerita Anda adalah eksposisinya. Ini memberikan pengenalan tentang karakter dan latar Anda, yang dapat memberikan konteks kepada pendengar Anda. Memberikan kejelasan ini dapat membantu audiens Anda tetap terlibat. Elemen penting lainnya dalam cerita Anda mencakup aksi naik daun, klimaks, aksi menurun, dan resolusi.
Jika penonton bisa memahami cerita Anda, itu bisa lebih efektif. Meneliti audiens Anda untuk memahami perasaan dan pengalaman mereka berguna untuk menyusun cerita yang menarik. Ketika audiens merasakan keterkaitan dengan cerita, mereka cenderung terlibat dengan merek dan mengambil tindakan yang diinginkan. Pemasar dapat menggunakan ini untuk mendorong orang mendukung suatu merek atau membeli produk.
Semakin disukai karakter dalam cerita Anda, semakin besar kemungkinan penonton tertarik pada cerita tersebut. Penting untuk memberikan karakter utama atribut positif dan realistis, seperti kejujuran dan kasih sayang. Misalnya, jika Anda menceritakan sebuah kisah merek, maka perusahaan adalah karakter utamanya dan Anda dapat melakukan yang terbaik untuk menonjolkan kualitas terbaiknya.
Daya tarik emosional bisa sangat berdampak. Ada enam emosi utama yang dapat dipancing, yaitu bahagia, marah, sedih, takut, terkejut, dan jijik. Menarik emosi penonton dapat membuat cerita Anda terasa lebih autentik. Anda mungkin akan lebih mudah terhubung dengan audiens karena emosi adalah motivator yang kuat untuk memengaruhi tindakan.
Cerita yang mengandung kejutan dapat membantu mempertahankan minat penonton. Ketika peristiwa dalam sebuah cerita dapat diprediksi, pendengar mungkin tidak lagi mengantisipasi bagian selanjutnya. Untuk menciptakan cerita yang mengejutkan, Anda dapat menantang klise atau menambahkan ketegangan. Misalnya, Anda dapat menceritakan kisah produk tentang bagaimana pengalaman pelanggan menghasilkan cara unik dalam menggunakan produk.
Cerita Anda harus mencakup semua informasi yang dibutuhkan penonton untuk memahami peristiwa dan karakter. Untuk meningkatkan kejelasan, pastikan Anda menyertakan detail penting dan memberikan konteks. Ini mencakup informasi tentang latar, seperti waktu dan lokasi, serta motivasi dan karakteristik karakter. Anda juga dapat menjelaskan masalahnya secara menyeluruh dan menjelaskan bagaimana karakter berencana untuk menyelesaikannya.
Ada gunanya menggunakan pengalaman Anda sendiri sebagai inspirasi untuk cerita Anda. Ini membantu Anda menceritakan kisah autentik yang dapat membantu penonton memahaminya. Memiliki pengetahuan tentang peristiwa yang terjadi dalam cerita juga membantu Anda membangun struktur dalam cerita karena Anda memahami bagaimana cerita tersebut dapat berkembang dengan baik.
Cerita yang bagus memiliki konflik atau tantangan yang harus diatasi oleh karakternya. Tantangan-tantangan ini membantu mengembangkan struktur dalam cerita dan membuatnya lebih menarik. Untuk tujuan pemasaran, akan sangat membantu jika mempertimbangkan apa yang mungkin menjadi tantangan bagi konsumen dan membuat cerita yang menampilkan tantangan yang mungkin dialami oleh audiens.
Tujuan bercerita antara lain untuk menginformasikan, menghibur, atau membujuk. Seringkali sebuah bisnis menyampaikan cerita untuk membujuk konsumen agar melakukan pembelian atau memberi tahu mereka tentang perusahaan atau produknya. Menentukan tujuan cerita Anda juga dapat membantu memandu alur cerita.
Pendongeng yang hebat dapat menunjukkan perasaan dan karakter melalui tindakan daripada menjelaskan segalanya kepada penonton. Teknik ini membantu menjaga cerita Anda tetap menarik. Menggunakan kata kerja tindakan dan peristiwa atau dialog dapat membantu menceritakan kisah tanpa bersikap pasif.
Untuk menulis cerita yang menarik, banyak profesional mengembangkan keterampilan tertentu. Mereka mungkin mempelajari keterampilan ini melalui praktik, pendidikan, atau pelatihan teknis. Untuk membantu Anda meningkatkan kemampuan bercerita, cobalah mengembangkan keterampilan berikut:
Organisasi:
Keterampilan organisasi membantu para profesional membuat papan cerita dan alat perencanaan lainnya untuk menulis. Ketika para profesional mengatur cerita mereka, mereka dapat menarik audiens dengan lebih baik, karena cerita mereka memiliki struktur yang jelas.
Komunikasi: keterampilan komunikasi
Profesional pendongeng memiliki
tertulis dan verbal yang kuat . Hal ini memungkinkan mereka untuk lebih pandai berbicara ketika menggambarkan kisah mereka dalam pidato, iklan, atau karya tulis.
Penelitian:
Untuk menceritakan kisah yang dapat dipercaya, para profesional melakukan penelitian tentang topik dan audiens mereka. Hal ini berguna ketika memilih latar dan karakter untuk sebuah cerita atau dalam menciptakan sebuah cerita yang mungkin menarik minat penonton.
Keterampilan berbahasa:
Keterampilan berbahasa sangat penting ketika bercerita. Hal ini memungkinkan para profesional untuk menggunakan kosakata yang sesuai, mengoreksi pekerjaan mereka dan mengikuti aturan tata bahasa.
Kemampuan beradaptasi:
Para profesional mendapat manfaat dari keterampilan kemampuan beradaptasi ketika bercerita karena keinginan audiens dapat berubah atau keadaan eksternal dapat mengubah cerita mereka. Misalnya, jika seorang profesional menggunakan aktor untuk memerankan kisahnya, mereka mungkin perlu menyesuaikan ceritanya jika salah satu aktornya tidak dapat tampil.
Berikut beberapa tip untuk membantu Anda menceritakan kisah hebat untuk sebuah merek:
Keterampilan interpersonal, seperti kejujuran dan empati, dapat membantu Anda berhubungan dengan audiens. Terhubung dengan penonton penting untuk penyampaian cerita yang efektif. Saat penonton menaruh perhatian pada cerita, kemungkinan besar mereka akan merespons sesuai keinginan Anda. Misalnya, ketika pemasar menggunakan pengisahan cerita dalam periklanan, mereka memiliki ajakan bertindak di akhir cerita untuk mendorong pembelian suatu produk atau melakukan tindakan lain, seperti mengikuti perusahaan di platform media sosial. Ada peluang lebih besar bagi penonton untuk mengambil tindakan jika mereka terlibat dengan cerita dan Anda terhubung dengan mereka.
Untuk meningkatkan keterampilan bercerita Anda, ada baiknya jika Anda berlatih bercerita. Ini adalah cara yang baik untuk mengembangkan kepercayaan diri dan teknik berbicara di depan umum. Berlatih bercerita dapat membiasakan Anda dengan struktur sebuah cerita. Anda bisa berlatih sendiri di depan cermin sehingga Anda bisa mempelajari tingkah laku Anda saat menyampaikan apa yang ingin Anda katakan. Anda juga dapat berlatih di depan sekelompok kecil orang, baik itu teman, anggota keluarga, atau rekan kerja.
Penonton menghargai keaslian dan bisa lebih memahami sebuah cerita jika itu realistis. Menggunakan pengalaman pribadi dapat membantu Anda menjadi autentik. Anda juga dapat melakukan riset menyeluruh untuk memastikan bahwa cerita Anda memiliki elemen yang realistis dan dapat dipercaya.
Memilih media yang tepat untuk menceritakan kisah Anda dapat berdampak besar pada efektivitasnya. Pertimbangkan audiens Anda dan tempat terbaik untuk menjangkau mereka saat memilih media. Cara Anda menceritakan kisah Anda juga dapat menentukan media yang Anda gunakan.
Misalnya, Anda dapat mempublikasikan cerita tertulis di buku, blog, atau di website Anda. Jika Anda memiliki cerita lisan untuk diceritakan, Anda dapat menyampaikannya secara langsung saat rapat, konvensi, atau acara perusahaan lainnya. Cerita lisan yang Anda rekam sebaiknya dibagikan di platform seperti radio atau podcast. Namun, cerita digital yang menggunakan animasi atau film paling baik dibagikan melalui platform media sosial.
Sangat penting untuk memahami audiens yang Anda ceritakan karena konten tersebut harus relevan agar pendengar bisa efektif. Anda dapat mempelajari audiens Anda melalui penelitian. Hal ini dapat mencakup pengumpulan masukan, melakukan survei, atau menggunakan metrik media sosial.
Diterjemahkan dari 10 Rules for Great Storytelling, indeed
Daftar Isi