<aside> 💡 Seringkali kita berpikir bahwa inovasi (sesuatu yang baru) hanya bisa muncul dari seseorang yang jenius atau kreatif, seseorang yang bekerja sebagai Research & Development, dan seseorang yang bekerja untuk urusan produk saja.

</aside>

Jika Anda memiliki pendapat seperti itu, maka Anda telah terjebak dalam mitos inovasi. Menurut Indrawan Nugroho, setidaknya terdapat lima mitos terkait inovasi yang sering dipercaya oleh kebanyakan orang.

Dr. Indrawan Nugroho

Dr. Indrawan Nugroho

Inovasi Lahir dari Orang-orang Jenius

Hal ini mungkin dikarenakan karena setiap ada pembahasan mengenai inovasi, sosok yang kerap kali dijadikan contoh atau model adalah seseorang seperti Steve Jobs ataupun Elon Musk. Untuk diketahui, Steve Jobs merupakan co-Founder & CEO Apple Inc., sedangkan Elon Musk adalah CEO Tesla.

Padahal inovasi dapat dilakukan oleh siapa saja, inovasi itu bukanlah sebuah bakat, melainkan sebuah proses. Inovasi memerlukan proses atau metodologi dan bukan merupakan sesuatu yang muncul secara spontan.

Inovasi itu Terobosan yang Besar

Inovasi bukan harus terobosan besar dan mengubah industri itu bagus. Selama memenuhi kaidah inovasi, seberapapun kecilnya terobosan tersebut sudah bisa dikatakan inovasi.

Kaidah inovasi, seperti: Berbeda dari sebelumnya, atau bahkan baru, belum pernah ada sebelumnya. (Jika) perbedaan dan keterbaruan itu beneran menyelesaikan masalah, beneran creating value atau menciptakan nilai yang sebelumnya nggak ada, dan dipakai sama orang, ya berarti Anda sudah berinovasi,

Inovasi Hanya Dilakukan Oleh Tim Research & Development (R&D) Saja

Betul bahwa orang R&D itu tugasnya berinovasi, untuk ciptakan produk baru, formula baru, atau apapun. Tetapi, bukan berarti, karyawan lainnya tidak punya tugas berinovasi atau tidak bisa berinovasi.

Jika sebuah inovasi hanya dimandatkan kepada departemen R&D saja, maka hal tersebut akan menjadi berat. Hal ini dikarenakan inovasi membutuhkan sebuah proses, dan proses itu perlu melibatkan banyak orang.

Inovasi Sering Dikaitkan Dengan Munculnya Produk Fisik

Ruang untuk berinovasi itu luas, dan tidak terfokus pada bentuk produk fisik saja.

Ada yang namanya process innovation (inovasi proses). Inovasinya di proses yang dilakukan sekarang. Ada business model innovation (inovasi model bisnis), produknya mungkin sama, prosesnya mungkin sama, tapi model bisnisnya yang diubah.

Inovasi Perlu Perencanaan dan Anggaran yang besar dan Detail

Sebenarnya dalam menjalankan sebuah proyek, sering diharuskan memiliki terlebih dahulu perencanaan dan anggaran yang detail, spek-nya di desain dengan jelas, baru bisa berjalan.

Jika semua inovasi menggunakan proses tersebut, maka kemungkinan dalam setahun, perusahaan hanya bisa melakukan sedikit inovasi.

Inovasi merupakan sebuah proses yang dapat dijalankan sembari dipikirkan. Karena sembari menjalankan proses tersebut, pastilah terdapat pikiran-pikiran atau ide-ide baru yang bisa menjadi inovasi.


Ditulis kembali dari CIAS

Catatan

Key Words

Quotes

Ringkasan