<aside> 💡 Journey Map menggabungkan dua instrumen yang ampuh —bercerita dan visualisasi—untuk membantu tim memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Sementara peta mengambil berbagai bentuk tergantung pada konteks dan tujuan bisnis, unsur-unsur tertentu umumnya disertakan, dan ada pedoman dasar untuk diikuti yang membantu mereka menjadi yang paling sukses.

</aside>

Apa itu Customer Journey Map?

Dalam bentuknya yang paling dasar, juerney map dimulai dengan menyusun serangkaian tujuan dan tindakan pengguna ke dalam kerangka garis waktu. Selanjutnya, kerangka disempurnakan dengan pikiran dan emosi pengguna untuk membuat narasi. Terakhir, narasi tersebut diringkas menjadi visualisasi yang digunakan untuk mengomunikasikan wawasan yang akan menginformasikan proses desain.

Journey mappin menggabungkan dua instrumen ampuh: bercerita dan visualisasi.

Mendongeng dan visualisasi adalah aspek penting dari journey mapping karena merupakan mekanisme yang efektif untuk menyampaikan informasi dengan cara yang mudah diingat, ringkas, dan yang menciptakan visi bersama. Pemahaman yang terfragmentasi bersifat kronis dalam organisasi di mana KPI ditugaskan dan diukur per departemen atau kelompok individu karena banyak organisasi tidak pernah menyatukan seluruh pengalaman dari sudut pandang pengguna. Visi bersama ini adalah tujuan penting dari journey mapping, karena tanpanya, kesepakatan tentang cara meningkatkan pengalaman pelanggan tidak akan pernah terjadi.

Journey mapping menciptakan pandangan holistik tentang pengalaman pelanggan, dan ini adalah proses menyatukan dan memvisualisasikan poin data yang berbeda, melibatkan pemangku kepentingan ataupun yang tidak berkepentingan dari seluruh kelompok, dan memacu percakapan kolaboratif dan perubahan.

Dekonstruksi Customer Journey Map

Diagram journey map bervariasi, berdasarkan konteks spesifik yang digunakan. Biasanya cenderung mengikuti model umum yang mencakup zona untuk "lensa", pengalaman yang dipetakan, dan wawasan yang dipelajari selama proses berlangsung.

Diagram journey map bervariasi, berdasarkan konteks spesifik yang digunakan. Biasanya cenderung mengikuti model umum yang mencakup zona untuk "lensa", pengalaman yang dipetakan, dan wawasan yang dipelajari selama proses berlangsung.

Zona A: Lensa yang memberikan batasan untuk peta, dengan menetapkan (1) persona (“siapa”) dan (2) skenario yang akan diperiksa (“apa”).

Zona B: Inti dari peta adalah pengalaman yang divisualisasikan, biasanya disejajarkan di (3) fase perjalanan yang dapat dipotong-potong. (4) tindakan , (5) pemikiran, dan (6) pengalaman emosional pengguna sepanjang perjalanan dapat dilengkapi dengan kutipan atau video dari penelitian.

Zona C: Keluaran harus bervariasi berdasarkan tujuan bisnis yang didukung peta, tetapi dapat menggambarkan wawasan dan titik kesulitan yang ditemukan, dan (7) peluang untuk fokus ke depan, serta (8) kepemilikan internal.


Referensi

Catatan

Key Words

Quotes

Ringkasan

Daftar Isi