image.png

Pada artikel kali ini kita akan mempelajari bagaimana cara mendefinisikan masalah (define problem). Hal ini sendiri merupakan bagian dari tahapan design thinking setelah empathize.

Dimana pada tahap pertama, yaitu proses empathize, kita telah melakukan riset terhadap pengguna sehingga dapat menemukan goals, motivation, dan problem pengguna.

Tentunya, masalah pengguna yang kita temukan tidak hanya satu saja dan kita tidak bisa menyelesaikan semua masalah tersebut secara bersamaan dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu, yuk kita mempelajari define lebih dalam!

Mengenal Define Process

Proses define akan membantu kita dalam menentukan prioritas masalah yang harus kita selesaikan terlebih dahulu. Jika kita ingin membuat solusi desain yang tepat, maka kita harus paham apa yang menjadi masalah pengguna. Sehingga, hasil desain kita nantinya akan sesuai dengan kebutuhan user.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, meskipun kita ingin menyelesaikan semua masalah pengguna, akan sangat sulit untuk menyelesaikannya secara bersama dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu, define ini bertujuan agar kita dapat fokus kepada masalah yang paling krusial terlebih dahulu.

Lantas apa yang harus dilakukan pada saat proses define?

  1. Pahami berbagai masalah yang ada dari hasil riset.
  2. Membuat prioritas masalah yang ingin dipecahkan.
  3. Menentukan rumusan masalah yang ingin dipecahkan.

Affinity Mapping

Affinity Mapping merupakan aktivitas mengorganisir hasil dari suatu riset menjadi kelompok-kelompok tertentu. Tujuannya adalah untuk menciptakan fokus dari sekian banyak data riset menjadi kelompok-kelompok data yang lebih kecil.

Untuk melakukan affinity mapping, setelah melakukan riset kepada pengguna, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan.

  1. Menulis seluruh data, masalah, dan insight yang kita dapatkan.
  2. Kita dapat mendiskusikan dengan tim mengenai setiap kelompok atau cluster yang ada.
  3. Membaca ulang dan mengelompokkan data berdasarkan kategori tertentu. Dalam hal ini kita dapat memahami kesamaan, perbedaan, dan anomali dari informasi yang dikumpulkan.
  4. Melihat kelompok mana yang sekiranya banyak dan menjadi prioritas.
  5. Membuat problem statement atau rumusan masalah untuk desain. Pilih prioritas masalah yang ingin dipecahkan.

Press enter or click to view image in full size

Dengan demikian berikut adalah tiga hal yang perlu dimunculkan dalam affinity mapping.

Problem Statement

Problem Statement berkaitan dengan saat kita menganalisa semua data dan menyimpulkan inti permasalahan. Dalam hal ini, kita menggali akar sebenarnya dari suatu masalah.

Dengan membuat problem statement yang tepat, kita akan bisa membuat solusi dengan lebih terarah. Oleh karena itu, penting untuk bisa menuliskan rumusan masalah dengan terstruktur dan jelas.

A. Hal-Hal yang Harus Dipahami

Berikut adalah hal-hal yang harus kita pahami untuk menentukan rumusan masalah, sebelum mendesain solusi.

  1. Memahami mengapa suatu hal dapat dianggap sebagai masalah oleh user.
  2. Mengetahui profil segmen yang mengalami masalah tersebut.
  3. Mengetahui dengan tepat pada bagian mana masalah tersebut terjadi.
  4. Memahami alasan dan dampak yang akan terjadi, jika permasalahan tersebut terus dibiarkan begitu saja.

Sebagai contoh, Skype yang dibangun pada tahun 2003 menjadi populer pada masa perkembangan awalnya. Namun, pada akhirnya popularitas tersebut meredup, karena Skype tidak mendalami masalah yang dialami pengguna. Dimana Skype banyak membangun fitur seperti live chat dan contact, namun tidak memperhatikan terdapat proses interface dan login yang rumit.

B. Membuat Problem Statement untuk Desain UX

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mendalami masalah yang dialami pengguna sebelum mendesain solusi. Dalam konteks membuat problem statement untuk desain UX sendiri berikut adalah contoh konkretnya.

Press enter or click to view image in full size

Problem Statement untuk kondisi di atas adalah sebagai berikut: Seorang pengguna yang ingin berbelanja di Tokopedia ingin melakukan checkout barang agar bisa mendapatkan barang yang diinginkan untuk kesehariannya. Namun, pengguna tidak jadi membeli di aplikasi Tokopedia karena proses memilih destinasi pengiriman yang sulit.

C. Hal-Hal yang Harus Dihindari

Terakhir, berikut adalah hal-hal yang perlu dihindari dalam proses membuat problem statement.

  1. Memuat banyak masalah sekaligus dalam sebuah kalimat problem statement. Terlebih, jika masalahnya tidak saling berkaitan. Misalnya, “Pengguna baru terkendala dalam membuat akun, tidak tahu cara top-up dana, serta mengganti alamat pengiriman.”
  2. Terlalu cepat memberikan solusi. Hal ini dikarenakan dalam menulis problem statement, kita hanya perlu fokus untuk mendefinisikan masalah sebenarnya yang dialami oleh pengguna. Misalnya, “Seorang calon pembeli di aplikasi Tokopedia, kesulitan mengganti metode bayar. Mungkin, perlu ada button untuk mengganti metode.”

Problem Prioritization

Setelah selesai melakukan riset pengguna (empathy) dan mendalami masalah (problem), umumnya kita menemukan fakta bahwa ada banyak masalah yang perlu diselesaikan.

Oleh karena itu, kita harus mampu membuat prioritas masalah yang tepat. Ada banyak framework atau metode dalam membuat prioritas masalah seperti Kano Model, RICE Framework, dan MoSCow Method. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

A. Kano Model

Press enter or click to view image in full size

Sumber : Folding Burritos

Kano Model merupakan metode yang membandingkan masalah berdasarkan satisfaction dan functionality-nya. Dalam hal ini, pada dasarnya kita akan memiliki dua kuadran dalam penggambaran model, yaitu kepuasan pengguna dan sisi fungsionalitas produk.

Kano Model dimulai dari memetakan berbagai masalah yang dihadapi, kemudian menuliskannya pada kuadran dengan pertibangan berikut.

  1. Apakah masalah ini terkait hal fungsionalitas atau masalah kepuasan pengguna dari produk?
  2. Jika masuk ke masalah fungsionalitas, akan seberapa penting?
  3. Jika masuk ke sisi kepuasan (attractive), akan seberapa berpengaruh?

B. RICE Framework

Press enter or click to view image in full size

Sumber : All New Business

Menurut Ecky Alimansyah, seorang desainer produk, RICE Framework merupakan sebuah sistem penilaian dalam hal memprioritaskan ide. Metode ini membantu mengerucutkan ide-ide yang berdampak terhadap design goals yang seorang desainer miliki.

Dalam hal ini, RICE akan membantu kita mempertimbangkan prioritas sebuah masalah berdasarkan faktor-faktor tertentu.

  1. Reach : Berapa banyak orang yang bisa terdampak dari masalah tersebut dalam satu periode tertentu?
  2. Impact : Seberapa besar pengaruh masalah tersebut terhadap pengguna secara individual?
  3. Confidence : Seberapa yakin atau percaya diri kita, untuk bisa menyelesaikan masalah tersebut?
  4. Effort : Seberapa besar upaya yang kita perlukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut?

C. MoSCow Method

Press enter or click to view image in full size

Melansir dari laman Binus University, MoSCow Method merupakan metode penentuan urutan kepentingan dengan tingkat yang telah ditetapkan untuk suatu kebutuhan dari pelanggan, fungsi produk, atau bagian-bagian dari proyek yang sedang dikembangkan.

MoSCow sendiri memiliki empat kuadran dalam memprioritaskan sebuah masalah. Dimana, kuadran I berisikan sejumlah masalah yang harus diselesaikan (must have). Kuadran II berisikan sejumlah masalah yang harus dapat diselesaikan ketika masalah pada kuadran I telah selesai (could have).

Sedangkan, kuadran III berisikan sejumlah masalah yang boleh dikerjakan dan jika tidak dikerjakan tidak apa-apa (won’t have). Terakhir, kuadran IV berisikan sejumlah masalah yang tidak usah diselesaikan (won’t have).

Dari segala bentuk metode prioritas masalah yang telah disebutkan sebelumnya, semuanya terbangun atas dasar yang sama yaitu pertimbangan dan analisa bersama. Oleh karena itu, jangan oversimplifikasi kesimpulan dengan sekadar membuat voting yang sangat rentan dan bias.

Pada kesimpulannya, dalam proses define ini kita berangkat dari hasil riset dan memetakan semua masalah. Kemudian, kita bisa membuat affinity mapping untuk mengelompokkan masalah. Setelah itu kita dapat menentukan prioritas masalah yang ingin dipecahkan dan membuat problem statement-nya.


Referensi

Catatan

Key Words

Quotes

Ringkasan

Daftar Isi